Kamis, 25 Agustus 2016

Pengertian dan Wawasan Psikologi Industri dan Organisasi

Pengantar

    Psikologi sebagai ilmu diperkenalkan di Indonesia sebelum perang Dunia II melalui lembaga-lembaga pendidikan. Pada tahun 1953, dengan didirikannya Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi, Psikologi mulai menjadi ilmu yang dikembangkan dan diterapkan ke berbagai bidang kehidupan, dalam kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan kehidupan masyarakat.
    Perkembangan psikologi industri dan organisasi, masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan psikologi di negara-negara Barat, terutama di Amerika Serikat. Banyak buku dan majalah psikologi dari negara-negara Barat merupakan buku pegangan dan buku acuan dalam pengembangan dan penerapan psikologi di Indonesia.

Psikologi sebagai Ilmu

    Pendirian laboratorium psikologi pertama pada tahun 1875 di Leipzig, Jerman, oleh Wilhel Wundt, merupakan titik awal dari perkembangan psikologi sebagai suatu ilmu.
    Ilmu berusaha memberi penjelasan tentang kejadian-kejadian di alam. Metode ilmiah bertujuan untuk memaksimalkan objektivitas dari temuan yang dilaporkan. Ilmu berhubungan dengan fakta-fakta yang dapat diobservasi, yang dapat dilihat, didengar, dirasakan, diukur dan dilaporkan. Lembaga-lembaga psikologi tersebut mempelajari gejala-gejala psikis pada manusia, seperti proses pengenalan, pengamatan, ingatan, pikiran dan sebagainya. 
    Kegiatan utama dari psikologi eksperimen adalah membuat kajian dari bermacam-macam gejala psikis dari manusia dengan menggunakan berbagai macam rancangan eksperimen. 
    Psikologi eksperimen juga mempelajari gejala-gejala psikis dan perilaku manusia dalam bidang industri. Namun temuannya ternyata kurang absah dan kurang dapat diandalkan, karena kajiannya dilakukan dalam suatu laboratorium dengan menggunakan rancangan eksperimen. Gejala-gejala psikis dan perilaku manusia dipelajari dalam suatu situasi buatan (artificial). Namun timbul gerakan untuk hanya mempercayai temuan hasil penelitian lapangan. Gejala-gejala psikis dan perilaku manusia dipelajari di lapangan. Tetapi penelitian di lapangan, selain sulit dilaksanakan, memiliki kelemahannya juga.
    Penerapan psikologi umum di industri sudah mulai dilihat pada permulaan Abad ke-20. Tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan. Kemudian pada tahun 1903 ia menerbitkan bukunya The Psychology of Industrial Efficiency, dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja. Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The Pscyhology of Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg, buku ini membahas secara luas bidang dari psikologi Industri. 
    Frederik Winslow Taylor, seorang sarjana teknik, gerakan scientific management, mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan kita. Pada masa itu, mulailah para sarjan psikologi eksperimen dan para sarjana teknik industri menggarap objek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuain dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikis dari manusia sebagai tenaga kerja. 
    Para sarjana psikologi mendalami hubungan antarmanusia dalam industri mulai mempelajari organisasi sebagai satu keseluruhan.

Psikologi Diferensial 
    Di samping psikologi umum, berkembanglah psikologi diferensial atau psikologi khusus. William Stern, memberikan dasar yang kuat pada psikologi diferensial. Dalam bukunya Die Differentielle Psychologie, ia mengulas secara sistematik bidang-bidang dan metode dari psikologi khusus. Melalui psikologi khusus ini berkembanglah psychotochniek yang kemudian dikenal dengan nama psikometri, yaitu cabang psikologi yang berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari seseorang. Cabang psikologi ini menekankan keunikan seseorang, menekankan adanya perbedaan antarmanusia. Perbedaan antamanusia dapat diukur dengan menggunakan tes psikologi. Mula-mula tes psikologik dikembangkan pada Abad ke-20 untuk mengukur inteligensi dan kemampuan mental lainnya. Tes intelegensi pertama dikembangkan oleh Binet dan Simon di Perancis, kemudian dikembangkan oleh negera-negara lain. 

Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia.
    Psikologi dikenal dan dikembangkan di Indonesia sekitar tahun 1950-an. Ketika kemerdekaan Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda akhir tahun 1949, terdapat kegiatan-kegiatan psikologis dengan menggunakan tes-tes psikologi yang dilakukan oleh : 
• Balai Psychotechniek dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI, yang mengadakan seleksi siswa untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan teknik, serta pengukuran psikometris untuk keperluan penjurusan sekolah
• Pusat Psikologi Angkatan Dasat di Bandung, yang menyelenggarakan seleksi dan penjurusan bagi para anggotanya, berdasarkan pengukuran psikometris. 
    Pada tanggal 3 Maret 1953, dibawah pimpinan Prof. Dr. Slamet Iman Santoso, didirikan Lembaga Pendidikan Asister Psikologi dan Balai Psychotechniek dari Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI menjadi Psikologi Kejuruan dan Perusahaan. Lembaga Pendidikan Psikologi berkembang menjadi Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan tahun 1960 menjadi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Psikologi Kejuruan dan Perusahaan sekarang menjadi Psikologi Industri dan Organisasi yang menjadi ilmu yang dapat dikembangkan teorinya melalui penelitian-penelitian. 
    Pengembangan Psikologi Industri dan Organisasi dipelopor oleh dua fakultas, yaitu Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (September 1961) dan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (8 Januari 1965). 
    Psikologi dan Industri di Indonesia masih merupakan ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologi (psikotes) dengan tujuan seleksi dan penempatan, penyuluhan dan bimbingan kejuruan dan pengembangan karier. 

Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi 
    Istilah Psikologi Industri dan Organisasi merupakan terjamagan dadi Industrial and Organizational Psychology. (P.s : industri mencakup juga pengertian business/perusahaan) 
    Dewasa ini perilaku manusia dalam kaitannya dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari guna pengembangan teori; aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi. Misalnya teori motivasi dari Herzberg "hygiene-motivator" , merupakan teori yang dikembangkan dan berlaku dalam lingkup industri dan organisasi. Teori kepemimpinan dari Vroom dan Jago, juga Hersey dan Blanchard, merupakan teori kepemimpinan yang berkaitan dengan manajemen dan organisasi perusahaan. 
    Sejak Perang Dunia II, Psikologi Industri dan Organisasi menjadi ilmu mandiri. PIO melaksanakan penelitian ilmiah dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tentang manusia dalam organisasi. 
    Psikologi Industri dan Organisasi merupakan satu keseluruhan pengetahuan yang berisi fakta, aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan.
    PIO adalah ilmu yang mempelajari manusia :
(a) dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen;
(b) baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.

Wawasan Psikologi Industri dan Organisasi 
    Semula ilmu ini dinamakan psikologi industri yang fungsi utamanya menerapkan ilmu psikologi di industri. Dengan berkembangnya psikologi industri menjadi ilmu yang mandiri maka terjadi perubahan namanya yaitu Psikologi Industri dan Organisasi.
    Maksud organisasi ialah organisasi formal yang mencakup organisasi yang mencari keuntungan, yang memproduksi barang atau jasa dan organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan.
    Organisasi (industri) sebagai suatu sistem terdiri dari subsistem, yaitu satuan kerja yang besar seperti divisi atau urusan. Organisasi industri berinteraksi dengan sistem lain membentuk suatu sistem yang lebih besar. Terjadi proses saling mempengaruhi serta adanya hubungan ketergantungan antarkomponen, antarsubsistem, antarsistem. Organisasi industri sebagai sistem berada dalam proses pertukaran yang samping q menyambung dengan lingkungannya. Ia merupakan sistem terbuka, artinya menerima sesuatu dari dan melepas sesuatu kepada sistem yang lain.
    Proses tukad menukar ini akan berlangsung terus-menerus tanpa ada hentinya jika organisasi industri dapat seterusnya berhasil mendapatkan masukan yang diperlukan dari sistem lain, dan memberikan keluaran yang dapat diserap oleh sistem lain. Jika gagal memperoleh masukan yang diperlukan dari sistem lain dan/atau jika kekuatannya tidak diserap atau ditolak oleh sistem lain, maka sistem lama kelamaan akan bangkrut.
    Pada batasan dari Berrien di atas dikatakan bahwa sistem dilingkupi oleh suatu batas (boundary). Batas melakukan seleksi dan kendali terhadap bahan mentah, informasi, mesin, peralatan, tenaga kerja dll. Batas juga melakukan seleksi dan kendali terhadap produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh perusahaan dengan antara lain melakukan kegiatan pengendalian mutu, penelitian pasar, penelitian konsumen, pemasaran dan lain-lain agar agar produknya diterima atau diserap oleh sistem lainnya.
    Objek yang dipelajari oleh psikologi industri dan organisasi adalah perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam interaksinya dengan organisasinya.
    Perilaku manusia dipelajari dalam kaitan:
a. fungsi batas sistem, dan
b. proses produksi dalam sistem.
    Dalam kaitan fungsi batas sistem, perilaku manusia yang dikaji, secara perorangan atau secara kelompok, adalah sebagai :
a.1. pelamar/calon tenaga kerja
a.2. tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja
a.3. tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan penjualan
a.4. konsumen.
    Dalam kaiyan dengan proses produksi dalam sistem, perilaku manusia dikaji, secara perorangan atau secara kelompok, sebagai :
b.1. tenaga kerja pelaksana, yang dikelola
b.2. tenag kerja pengelola (manajer)
    Dalam seleksi dan penempatan tenaga kerja diharapkan diperoleh tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan ciri-ciri kepribadian lain sesuai dengan yang dipersyaratkan/dituntut oleh pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi industri yang memerlukan tenaga-tenaga kerja tersebut.
    Pelatihan dan pengembangan perlu diberikan kepada para tenaga kerja agar mereka memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan lain dalam rangka pengembangan karier mereka selanjutnya. Pengembangan organisasi dengan berbagai teknik intervensinya dapat mengatasi berbagai masalah tersebut, sehingga organisasi meningkat efisiensinya, efektivitasnya dan 'kesehatannya'.
    Organisasi industri sebagai suatu sistem berada dalam proses penukaran secara samping q menyambung dengan sistem lainnya. Selain memperhatikan masukan yang diperlukan, perlu ia pastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat diterima oleh sistem lain, dapat laku dijual. Untuk itu organisasi industri perlu mengenal selera dan kebutuhan dari konsumen, sehingga perlu mengadakan penelitian dari konsumen dan mengetahui serta memahami perilaku konsumen dalam kebiasaan membeli barang dan dalam proses keputusannya untuk membeli barang.

Kaitan Psikologi Industri dan Organisasi dengan Ilmu-ilmu Lain 
    Psikologi industri dan organisasi memberikan kontribusinya pada perilaku keorganisasian dan manajemen Sumber daya manusia.

a. Kaitan dengan Perilaku Keorganisasian (Organizational Behavior)
    Terdapat bidang-bidang kajian yang sama. Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia :
(a) dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen,
(b) baik secara perorangan maupun secara berkelompok.

b. Kaitannya dengan Manajemen Sumber Daya Manusia
    Objek studinya sama, yaitu manusia sebagai tenaga kerja. Perbedaan utama terletak pada kondisi dimana manusia sebagai tenaga kerja dipelajari. Perilaku manusia dipelajari dalam keitannya dengan menejemen. Manajemen SDM membahas seleksi dalam proses keseluruhan penerimaan tenaga kerja. Dalam proses ini manajer SDM dibantu oleh psikolog yang memastikan bahwa seleksi menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kecakapan, keterampilan, sikap dan ciri-ciri kepribadian lain yang diperlukan oleh pekerjaan. Pada PIO penemukenalan manusia sebagai tenaga kerja lebih dipusatkan pada cara yang absah untuk memperoleh tenaga kerja yang lebih memiliki ciri-ciri yang dipersyaratkan untuk pekerjaan tertentu. Pada PIO perilaku tenaga kerja dipelajari untuk dapat menemukenali kepribadiannya dalam rangka : (a) proses seleksi dan penempatan, proses pelatihan dan pengembangan; (b) interaksi tenaga kerja dengan lingkungan fisik dan sosial.

Selasa, 02 Februari 2016

Preview 3 & 4

Pengantar 
• Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan.
• Salah satu syarat ilmu pengetahuan adalah penggunaan metode ilmiah.
• Metode Ilmiah : cara yang digunakan untuk memeroleh pengetahuan atau kebenaran dengan menggunakan kaidah ilmiah.
• Kaidah ilmiah : sistematis, terukur, objektif, logis.

TUJUAN RISET PSIKOLOGI SOSIAL 
• Deskripsi
• Analisis kausalitas
• Penyusunan teori
• Aplikasi 

METODE DALAM PSIKOLOGI SOSIAL
• Berdasarkan tempat : 
  1. Laboratorium (lebih tetap, belum tentu valid)    
  2. Lapangan (fleksibel, fakta real)

• Berdasarkan metode : 
  1. Observasi
   - Sistematis : mengamati secara hati-hati perilaku yang ada. 
   - Alamiah : mengamati perilaku pada seting alami tanpa intervensi dari peneliti.
 
  PERAN OBSERVER 
  ▷ Partisipan 
      - obsever dalam mempelajari situasi terlibat didalam aktifitas di tempat penelitian
      - keuntungan : observer memperoleh informasi yang utuh dan detail
      - kelemahan : kesulitan dalam membuat catatan dan ketidaknyamanan orang yang di observasi
  ▷ Non-Patisipan
      - observer dalam memperoleh informasi tidak terlibat langsung dengan aktivitas partisipan
      - keuntungan : dapat merekam dan membuat catatan dengan baik
      - kelemahan : observer tidak mendapat pengalaman yang utuh dan partisipan

  KELEBIHAN OBSERVASI
  ▷ Mampu merekam semua data yang terjadi pada seting alamiah
  ▷ Data bersifat aktual 
  ▷ Dapat mempelajari individu yang mempunyai kesulitan verbal dalam menyampaikan ide

  KEKURANGAN OBSERVASI 
  ▷ Terbatasnya tempat dan waktu untuk di observasi
  ▷ Kesulitan membina rapport dengan individu
  ▷ Tidak mampu mengungkap hal-hal bersifat personal (emosi, nilai) 

   2. Metode Survai 
      - Metode survai : sebuah Metode penelitian dimana sejumlah besar orang diminta untuk menjawab pertanyaan tentang sikap dan tingkah laku tertentu (Baron & Byrne, 2003)
      - Penelitian survai merupakan satu cara untuk mengumpulkan data secara efektif dan ekonomis terhadap sampel

  JENIS METODE SURVAI 
  ▷ Cross Section : digunakan untuk pengumpulan data yang merefleksikan sikap, opini atau belief pada waktu tertentu.
  ▷ Longitudinal : berlangsung pada waktu yang sama

  FUNGSI DAN TUJUAN 
  - Mengetahui pikiran, pendappat dan perasan orang 
  - Memahami kebutuhan atau keinginan suatu masyarakat 
  - Mengetahui tren atau kepentingan di masyarakat 
  - Identifikasi karakteristik 

 
  3. Korelasional
      - Korelasional = hubungan
      - Penelitian korelasional : penelitian yang menghubungkan min dua variabel dalam suatu penelitian
      - Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dua atau lebih variabel 
      - Penelitian korelasional hanya melihat seberapa jauh hubungan atau keterikatan antar variabel bukan melihat sebab-akibat

  JENIS KORELASIONAL 
  Ada dua jenis korelasional : 
  1. Explanasi (penjelas) 
      Korelasi yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antar variabel
      Ciri-ciri : 
       - Terdiri dari dua atau lebih variabel 
       - Mengukur pada satu waktu 
       - Terdapat minimal dua skor
       - Sebagai satu kelompok
       Contoh  : hubungan efikasi diri dan penyesuaian diri
  2. Prediksi 
      Korelasi yang bertujuan untuk memprediksi suatu variabel (outcome)
      Ciri-ciri :
       - Minimal terdapat dua atau lebih variabel 
       - Mengukur dalam dua waktu
       - Minimal terdapat dua skor
       - Tujuan untuk memprediksi outcome atau performance 
       Misalnya : IQ memprediksi IPK  mahasiswa
 
  KELEBIHAN DAN KELEMAHAN 
  ▷ Kelebihan : 
      - Mengetahui sejauh mana hubungan antar variabel 
      - Dapat mengetahui hubungan variabel dalam jumlah banyak dalam satu waktu 
  ▷ Kelemahan :
      - Tidak mengetahui hubungan sebab-akibat 

  4. Eksperimen 
      Penelitian  kuantif, mengetahui dampak treatment pada outcome 
 
  KARAKTERISTIK EKSPERIMEN 
  - Memilih partisipan dan Penugasan random (random assignment)
  - Intervensi atau manipulasi terhadap satu atau lebih kelompok
  - Outcome diukur diakhir peneltian eksperimenIdentifikasi ancaman terhadap validitas
  - Perbandingan Statistikal antar kelompok
 
  JENIS PENELITIAN EKSPERIMEN
   Eksperimen                           ⇨                        Non Eksperimen
          ⇩         ↘                 ↘
        True         Lapangan   Laboratorium
          ⇩
       Kuasi

  EKSPERIMEN LAPANGAN
  Eksperimen lapangan adalah kajian penelitian dalam suatu situasi nyata (Kerlinger, 1990).
  ▷ Kelebihan :
     -Validitas ekternal tinggi
     - Cocok untuk mengkaji proses sosial psikologis yang kompleks
  ▷ Kelemahan
      - Sulit melakukan kontrol dan manipulasi
      - Validitas internal rendah
      - Waktu relatif lama

  EKSPERIMEN LABORATORIUM
  - Eksperimen laboratorium adalah kajian penelitian di mana semua variabel bebas yang berpengaruh namun tidak relevan dengan masalah yang sedang diselidiki dminimalkan (Kerlinger, 1990)
  - Fungsi:
    a. untuk mengkaji relasi dalam kondisi murni
    b. pengujian dapat dilakukan dalam berbagai seting
    c. mempertajam teori dan hipotesis.
  - Kekuatan: kontrol sempurna dan hasil lebih akurat, Validitas Internal tinggi.
  - Kelemahan : kurangnya kekuatan bariabel bebas dan validitas eksternal rendah.

  
  METODE PENGUMPULAN DATA
   - Pelaporan diri : Subjek diminta mengisi angket/kuesioner
   - Observasi : Mengamati subjek secara langsung
   - Arsip : Datanya berasal dari data yang telah dikumpulkan untuk tujuan lain
   - Internet : Riset dilakukan dengan menggunakan internet.

   ETIKA RISET
   - Informed Consent : Persetujuan untuk berpartisipasi dalam riset setelah mengetahui aspek manfaat dan risiko.
   - Debriefing : Menjelaskan tujuan dan prosedur riset kepada partisipan.
   - Minimal risiko : Risiko riset tidak boleh lebih besar darpada ketimbang risiko dalam kehidupan sehari-hari.

Preview Film "I'm Not Stupid"

Film ini bercerita tentang 3 orang anak bernama Tom, Jerry (adik Tom) dan Chengcai.
Tom dan Jerry hidup dalam keluarga berada. Namun meskipun hidup mereka seperti itu, ada hal yang sulit mereka dapatkan, yaitu perhatian dari orang tua mereka. Karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Ibu dan Ayah mereka sulit untuk memberikan perhatian kepada Tom dan Jerry. Orang tua mereka tidak pernah bangga dengan bakat dari Tom dan Jerry. Karena hal tersebut, mengubah sikap mereka berdua, yang awalnya anak baik-baik berubah menjadi anak yang nakal. Tom bergaul dengan anak-anak berandalan yang mengajarkan dia untuk mencuri, menonton film dewasa, merokok. Sedangkan Jerry, hanya karena dia ingin orang tuanya hadir untuk menonton Drama Sekolah, dia rela menjual kartu pokemonnya dan mencuri dikantin hanya untuk membeli  waktu ayahnya untuk 1jam saja dengan membayar uang itu kepada ayahnya.
Tom merupakan anak yang tidak terlalu pintar, namun dia cukup berbakat dalam bidang IT. Tapi bakatnya tersebut tidak pernah dihargai oleh orang tuanya, apalagi Ibunya. Tom juga tidak pernah mendapatkan pujian atas apa yang sudah dia lakukan.
Chengcai, anak dari keluarga yang bisa dibilang tidak mampu. Ibunya sudah meninggal dan Ayahnya adalah mantan napi. Ayahnya mendidiknya dengan keras dan tegas, yang akhirnya membuat Chengcai menyukai ilmu bela diri. Chengcai berlatih bela diri sendiri dan banyak menonton film tentang bela diri. Tapi ayahnya tidak menyukai bakatnya tersebut, karena ayahnya tidak mau Chengcai bernasib yang sama dengannya.
Di sekolah, Tom dan Chengcai sering dimarahi dan ditekan oleh gurunya. Sang guru tidak pernah memperdulikan bakat mereka dan hanya menuntut mereka untuk mendapatkan nilai yang bagus.

Preview 1 & 2

APA ITU PSIKOLOGI SOSIAL?
Cabang Psikologi untuk memahami dan menjelaskan cara berpikir, berperasaan dan berperilaku individu ( Baron & Byrne, 2004 )
• Hakikat dan sebab-sebab perilaku ( Myers, 2002 )
• Ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus sosial
  -> bukan hanya manusia tapi juga benda ( Sherif, Musfer, 1956 )
• Mempelajari hakikat dan bagaimana menjelaskan cara berpikir seseorang.

Ilmiah
Usaha untuk memperoleh fakta untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran.
Caranya : mengumpulkan, mencatat, menganalisa data.

Sifat atau ciri penelitian : 
1. Pasif  ⇨ hanya memperoleh gambaran tentang suatu keadaan (explainatori) kualitatif.
2. Aktif   ⇨ memecahkan suatu persoalan, menguji hipotesa, kuantitatif.

Metode :
1. Kualitatif : Primer        Sekunder
                       Interview    Observasi
2. Kuantitatif

Interaksi Sosial
Hubungan Sosial antar individu satu dengan yang lain yang saling mempengaruhi (Chaplin)

  Karakter individu
             ⇩
   Proses kognisi
 & persepsi situasi⇨evaluasi atas sistuasi sosial⇨kecenderungan berperilaku⇨perilaku yang tampak
             ⇧
    Situasi sosial


STIMULUS SOSIAL: 
Stimulus yang menimbulkan perilaku sosial.
• Stimulus juga termasuk perilaku manusia dan produk manusia seperti hukum, norma, peraturan.
• Dalam psikologi sosial, unit analisnya adalah perilaku individu dalam arti perilaku sosial individu.
• Perilaku sosial adalah bagaimana individu mempersiapkan.

INTERAKSI SOSIAL:  
• Hubungan sosial antar individu satu dengan yang lain, saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
• Dalam interaksi sosial terdapat perilaku individu dan perilaku individu dana perilaku seksual.

SEJARAH PSIKOLOGI SOSIAL
1. Masa Pra Kelahiran
2. Masa awal
3. Perang Dunia I & II 
4. Mutakhir (masa sekarang dan yang akan datang)

MASA PRA KELAHIRAN 
• Zaman Yunani Klasik ⇨ ilmu filsafat (Plato dan Aristoteles)
• Lazarus & Steindnal, 1860 : mempelajari bahasa, tradisi & institusi masyarakat 
                                                    ⇨ dipengaruhi oleh antropologi.
• Wundt, 1880 ⇨ psikologi rakyat.
• Durkheim ⇨ perilaku masyarakat
• Filsuf Prancis Augus Comte ⇨ peletak dasar psikologi sosial secara empiris.

MASA AWAL 
• 2 Buah Buku : Psikologi Sosial tahun 1908 oleh Mc.Dougall & Ross.
                                  (Psikologi)           (Sosiologi)  
                                          ⇩                          ⇩
                                     Insting            Struktur Sosial 
• Allport : Buku Psikologi Sosial, pendekatan individu dalam perilaku sosial.
• Sherif : pembentukan normal sosial.

MASA PERANG DUNIA I & II 
• Otoritarianisme
• Proses individual dan proses interaksi sosial.
• Psikologi Gestalt : proses kesadaran kognitif terhadap perilaku sosial individu.

DARI MASA KE MASA 
1970-1980 : tentang atribusi, sikap, gender, psikologi lingkungan, diskriminasi seks.
Terapan : psikologi lingkungan kerja, psikologi kepolisian.
Pasca 1990 : penelitian kognisi & penerapan psikologi sosial dengen perspektif kultural & kemajemukan                         sosial.

Penelitian
• Norman Triplet (1898) : bersepeda ramai lebih cepat daripada sendiri
                                             ⇨ kehadiran orang lain meningkatkan prestasi.
• 1920-1930 ⇨ Western Electric : motivasi sosial keryawan = atau lebih besar dari motivasi ekonomi.
• Sherif (1936) : pembentukan norma kelompok.
• K. Lewin (1947) : pengaruh kelompok lebih kuat daripada penceramah.
• E.E Smith (1961) : teori disonansi kognitif.
• Milgram (1963) : otoritas.

Kajian
• Analisis sosial ⇨ Revolusi Prancis, orang jadi emosional ketimbang rasional.
                                  Jerman dan AS : kehadiran orang lain dalam memacu prestasi seseorang.
•               Psikologi sosial                vs                     Kepribadian
                            ⇩                                                               ⇩
       Fokus pada perilaku yang                   Internal pribadi dan perbedaan
          saling mempengaruhi.                                    tiap individu.